Sumber informasi tentang isu sosial, budaya dan politik dari Aceh untuk dunia

Vonis Bebas Kasus Akmal Dianggap Aneh, MaTA Desak JPU Kasasi


Menyikapi vonis bebas terhadap Akmal Ibrahim, mantan Bupati Aceh Barat Daya, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) segera melakukan kasasi  terhadap vonis tersebut.
Menurut MaTA, hal tersebut wajib segera dilakukan mengingat vonis ini telah mencoreng semangat pemberantasan korupsi di Aceh. Selain itu, dengan dilakukannya kasasi menunjukkan JPU yakin bahwa dakwaannya itu benar memenuhi unsur yang terkandung dalam pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kasasi yang akan dilakukan ini nantinya juga sebagai bukti kepada publik bahwa JPU bersikap independen dalam mengungkap kasus tersebut.
“Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor terkesan aneh yang menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi,” ujar Sari Yulis, Peneliti Hukum MaTA kepada ACEHXPress.com, Kamis (19/11/2015).
Seraya menambahkan, “Padahal berdasarkan hasil audit yang dikeluarkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan menunjukkan potensi kerugian Negara dalam kasus tersebut mencapai Rp. 764 juta lebih,” tambahnya.
Disisi lain, katanya, MaTA menilai vonis bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap Akmal Ibrahim telah menambah catatan hitam pemberantasan korupsi di Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Berdasarkan catatan MaTA, selama kurun waktu 2013 – 2015 pengadilan Tipikor Banda Aceh telah menjatuhkan vonis bebas sebanyak 8 kasus dengan 14 orang tervonis. Ini menunjukkan bahwa Pengadilan Tipikor belum sepenuhnya menerapkan pemberian efek jera kepada pelaku korupsi.
Selain itu, vonis bebas yang dijatuhkan Majelis Hakim kepada Akmal Ibrahim menunjukkan ketidakmampuan JPU dalam mengungkap kebenaran indikasi korupsi dalam kasus tersebut. Disisi lain, dakwaan yang dialamatkan oleh JPU kepada Akmal Ibrahim masih sangat rendah yakni 18 bulan.
“Padahal jika penggunaan pasal 3 sebagai dakwaan, JPU bisa menuntut terdakwa jauh lebih tinggi. Ini dapat dilihat dari beberapa dakwaan JPU terhadap beberapa kasus lainnya dengan penggunaan unsur yang terkandung dalam pasal yang sama,” ungkap Sari Yulis lagi.
Secara prinsip, MaTA mendukung upaya kasasi yang akan dilakukan oleh JPU. Bagi MaTA, upaya kasasi ini merupakan langkah yang wajib ditempuh oleh JPU mengungkap kebenaran kasus ini, sehingga tidak ada pengkaburan indikasi korupsi kasus tersebut.
“MaTA berharap JPU jangan merasa gentar dengan pengaruh-pengaruh yang dapat meruntuhkan semangat pemberantasan tindak pidana korupsi, sehingga JPU dapat menunjukkan marwahnya sebagai penegak hukum,” demikian tutup Sari Yulis. []
Sumber : http://acehxpress.com/hukum/vonis-bebas-kasus-akmal-dianggap-aneh-mata-desak-jpu-kasasi.php


Kasus Pencatut, Najwa Shihab dilaporkan MKD ke Bareskrim, Ada apa dengan MKD?

Kasus yang menyeret Ketua DPR, Setya Novanto sepertinya masih berbuntut panjang. Kali ini, masalah tersebut juga turut mengajak Najwa Shihab yang sempat mewawancarai Sudirman Said beberapa waktu lalu.

Menurut informasi yang hatree.com dapatkan, Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR bakal melaporkan terkait adanya dugaan bocornya Surat Laporan Menteri ESDM, Sudirman Said.

Sebelumnya, surat laporan Sudirman Said dan beserta dokumen pelengkap, berupa transkrip pertemuan antara Setya Novanto dengan pimpinan PT Freeport Indonesia tersebar di berbagai media.

Sebelumnya, pada sebuah kesempatan wawancara eksklusif dengan Najwa Shihab di salah satu stasiun televisi swasta, Sudirman Said sempat melakukan konfirmasi foto yang ditunjukkan adalah surat laporan yang diserahkan ke MKD.

Karena bocornya laporan dan transkip tersebut, Wakil Ketua MKD, Sufmi Dasco Ahmad akan melaporkan hal tersebut kepada Bareskrim Polri.

Najwa Shihab
Najwa Shihab
Padahal, jika dinilai bahwa yang ditampilkan oneh Najwa Shihab telah sesuai dengan prosedur jurnalistik dan dari sisi kode etik. Lebih lanjut lagi, wartawan atau jurnalis diperbolehkan untuk mendapatkan data atau bukti yang terkait dengan informasi publik merupakan sebuah prestasi tersendiri.
“Tapi, dia (Najwa) kan sudah melakukan konfirmasi ke Sudirman Said. Dia sudah melakukan uji informasi. Di kode etik disebutkan soal uji informasi, dan dia sudah melakukan itu,” ujar Margiono yang saat ini menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia.

Sebelumnya, MKD berencana melaporkan kasus bocornya surat laporan Menteri ESDM. Menurut MKD, dalam tata cara beracara MKD, setiap surat laporan dan dokumen-dokumen terkait harus dirahasiakan, karena itu sudah menjadi dokumen negara.

Surat Sudirman Bocor, MKD Lapor ke Bareskrim

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR berencana melapor ke Bareskrim Polri atas kasus bocornya foto surat laporan Menteri ESDM Sudirman Said. Rencana pelaporan disampaikan setelah foto tersebut muncul dalam wawancara eksklusif pada program Mata Najwa di Metro TV, Senin (16/11/15).

“Hari ini saya akan laporkan ke Bareskrim,” kata Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi, Selasa (17/11/15).

Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, saat Sudirman membuat laporan ke MKD, ia sadar laporan yang dibuatnya belum memiliki bukti. Sudirman hanya menyerahkan surat beserta sejumlah berkas sebagai lampiran.

Selain itu, Sudirman juga telah berkomitmen tidak membuka identitas anggota Dewan yang dilaporkan. Hal itu telah dibuktikan Sudirman ketika menggelar konferensi pers seusai membuat laporan ke MKD.

“Waktu kemarin membuat laporan, Pak Sudirman hanya diterima tiga orang. Semua lampiran yang diserahkan sudah menjadi dokumen negara, dan dalam tata cara beracara MKD itu harus dirahasiakan. Kami komitmen untuk itu sampai pengusutan selesai,” ujar Dasco.

Ia enggan menduga-duga siapa yang harus bertanggung jawab atas bocornya surat dan transkrip rekaman tersebut. Menurut dia, hal itu menjadi tugas dan wewenang aparat kepolisian untuk membongkar dan mengusutnya sampai tuntas.

Sumber : http://www.hatree.co/2015/11/kasus-pencatut-najwa-shihab-dilaporkan.html

Inilah Komentar Mahasiswa UIN yang Hina Nabi Muhammad

TRIBUN-MEDAN.com - Inilah komentar mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad dan ajarannya sehingga membuatnya dipecat dari kampusnya.
Tuah Aulia Fuadi mahasiswa tingkat lima Jurusan Ahwal Al Syakhshiyah Fakultas Syari'ah UIN Sumut menulis komentar dengan kalimat yang cukup kontroversi di akun Facebook miliknya.
Satu komentar yang dinilai melakukan penistaan agama karena menyebut sebaiknya Alquran direvisi karena sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman.
Begini tulisnya:
"Penafsir tunggal itu hanya rasul dan itu pun satu. sekarang ia sudah mati jd penafsir tunggal it sdh ga ada lg. Yg sebaiknya Alquaraan itu direvisi saja. Minimal kembalikan saja urusan itu ke Negara, Biar negara saja yg merelevansikannya sesuai dengan kebutuhan zaman dan peradaban umat yg lebih progresif, modernis, teknologis dan teknogratis."
Di samping itu menurutnya umat Islam diwajibkan untuk tidak mengikuti Nabi Muhammad langsung secara mentah-mentah, sebab tak ada hadis yang mengharuskan itu.
"Dalam BERNEGARA , kita tidak diwajibkan untuk mengiktui NABI MUHAMMAD langsung secara mentah2. Sebab tak ada hadis yang bunyinya, 'Dabbiru siyasatakum kama ra-aitumuni udabbiru siyasati,' aturlah politik kalian sebagaimana kalian lihat aku mengatur politikku.
Yang ada adalah hadis, 'Shallu kama ra-aitumuni ushalli,' salatlah sebagaimana kalian melihat aku salat.
Kenapa statemen ini hanya disabdakan Nabi dalam hal salat, dan tidak dalam lapangan politik? Jawabannya jelas: karena salat adalah masalah ubudiyyah yang statis, tidak berkembang, dan aturannya final dan terinci.
Soal politik adalah soal dinamis, dan karena dinamis maka tidak ada 'politik Nabi'. Politik nabi pas sesuai pd zaman nya. Sementara sekarang bukan lg zaman nabi. tak SETIAP DALAM semua hal kita itu harus mengikuti Nabi."
Berdasarkan komentar yang dinilai menyesatkan dan menistakan agama Islam serta membuka forum itu ke media sosial, maka Tuah dipecat dari kampusnya di UIN Sumut.
Hal ini dibenarkan oleh Rektor UIN Sumut Prof. Nur Ahmad Fadhil Lubis ketika dihubungi via seluler, Rabu (23/9/2015).
"Iya benar, dia sudah kita pulangkan kepada orang tuanya. Itu dilakukan setelah melalui prosedur, baru kita keluarkan SK (pemecatan)," katanya .
Informasi pemecatan itu awalnya dipublikasi oleh akun Imran Purba dalam postingannya di Facebook, dengan judul:
"Kemarin sudah diputuskan ada pemecatan mahasiswa UINSU Medan, yang menghina Allah, Nabi SAW dan Al-Qur'an."
Yang ada adalah hadis, 'Shallu kama ra-aitumuni ushalli,' salatlah sebagaimana kalian melihat aku salat.
Kenapa statemen ini hanya disabdakan Nabi dalam hal salat, dan tidak dalam lapangan politik? Jawabannya jelas: karena salat adalah masalah ubudiyyah yang statis, tidak berkembang, dan aturannya final dan terinci.
Soal politik adalah soal dinamis, dan karena dinamis maka tidak ada 'politik Nabi'. Politik nabi pas sesuai pd zaman nya. Sementara sekarang bukan lg zaman nabi. tak SETIAP DALAM semua hal kita itu harus mengikuti Nabi."
Berdasarkan komentar yang dinilai menyesatkan dan menistakan agama Islam serta membuka forum itu ke media sosial, maka Tuah dipecat dari kampusnya di UIN Sumut.
Hal ini dibenarkan oleh Rektor UIN Sumut Prof. Nur Ahmad Fadhil Lubis ketika dihubungi via seluler, Rabu (23/9/2015).
"Iya benar, dia sudah kita pulangkan kepada orang tuanya. Itu dilakukan setelah melalui prosedur, baru kita keluarkan SK (pemecatan)," katanya .
Informasi pemecatan itu awalnya dipublikasi oleh akun Imran Purba dalam postingannya di Facebook, dengan judul:
"Kemarin sudah diputuskan ada pemecatan mahasiswa UINSU Medan, yang menghina Allah, Nabi SAW dan Al-Qur'an."
Postingan itu disertai dengan salinan keputusan pemecatan yang ditandatangani oleh Rektor UIN Sumut Prof. Nur Ahmad Fadhil Lubis tanggal 21 September 2015.
Tuah Aulia Fuadi merupakan mahasiswa semester V Jurusan Ahwal Al Syakhshiyah Fakultas Syari'ah UIN Sumut.
Aulia mengungkapkan pikirannya di dalam akun Facebook miliknya.
Namun di dalam postingannya itu mengundang kecaman dari berbagai kalangan dan masyarakat luas dimana dia dinilai telah melecehkan Nabi Muhammad dan ajaran yang dibawakannya.
"Dahulu dizaman rasul, al QURAN itu hadir dalam wajah jelek (tampil di kulit kambeng) udah lah kepalanya botak (tak berbaris) beraroma busuk pula lg itu (yg pastinya bau bangkailah). Dahulu Alquran itu memang parah, kehadirannya primitif, beda dengan sekarang. Alquran yg sekarang sudah maju secara profresif. Ia tampil dlm wajah tampan. (di buku...." tulis Tuah Aulia dalam satu postingannya.
Postingan tulisan ini terlihat sudah dihapus dari kronologi postingan Tuah Aulia di Facebook. Namun beberapa netizen sudah terlebih dahulu menyalin, postingan tersebut sehingga masih bisa ditelusuri.
Tidak hanya itu menurut Nur Ahmad Fadhil Lubis, Tuah Aulia juga diakui beberapa orang saksi yang melihat telah terbukti melempar Alquran di hadapan mahasiswa baru saat berlangsung masa orientasi siswa (MOS)
Ahmad Fadhil mengungkapkan terdapat dua poin yang membuat Tuah Aulia dipecat dari UIN pertama pelanggaran disiplin dan kedua penistaan agama.
Pelanggaran disiplin termasuk saat dia menjadi instruktur MOS di UIN.
"Dia sebagai instruktur, menggunakan hal-hal di luar itu. Seperti mencampakkan Alquran ke tanah dan diambilnya kembali sambil mengeluarkan kalimat yang menjelekkan Alquran," jelas Ahmad Fadhil.
Menurutnya tindakannya itu sudah diperingatkan oleh pihak rektorat, tapi kemudian dia membuka forum tersendiri di media sosial yang dinilai mencemarkan nama baik UIN.


Sumber : http://medan.tribunnews.com/
Adian Napitupulu: Fadli Zon Orang Aneh

Adian Napitupulu: Fadli Zon Orang Aneh

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Adian Napitupulu, menyatakan keanehannya ihwal rencana somasi yang dilayangkan Fadli Zon kepada Shamsi Ali. 

"Saya selalu bingung dengan sikap Fadli Zon. Dulu ia bilang anti-PKI, tapi ia bawa mawar merah ke kubur Karl Marx. Ia menebar senyum puja dan puji pada raja judi, tapi imam masjid mau disomasi. Fadli memang aneh, antara kata dan perbuatannya tak pernah sama," tuturnya dalam komentar tertulis.

Komentar ini keluar menanggapi komentar Fadli Zon terhadap kritik Shamsi Ali. Shamsi Ali lewat akun Facebook miliknya menulis tanggapan Fadli atas kritiknya. Dalam komentar balasan tersebut, Fadli Zon mengancam akan mensomasi Shamsi Ali apabila tidak mengkoreksi komentarnya di Facebook.

Sebelumnya, Shamsi mengomentari kedatangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto beserta beberapa anggota DPR lain dalam konferensi pers Donald J. Trump pada 2 September lalu. Menurut Shamsi, kedatangan anggota DPR tersebut tidak etis. Shamsi mengkritik hal ini melalui pesan kepada Fadli. Hal itu malah membuat ia terancam disomasi.

Reaksi dan ancaman Fadli yang hendak mengambil langkah somasi itu yang menurut Adian aneh. "Somasilah Shamsi Ali jika ia siapkan wanita penghibur, jual minuman keras, atau jadi manajer sexy dancer. Tapi, jika Shamsi Ali berbicara melawan sikap 'menghamba' Ketua dan Wakil Ketua DPR pada raja judi, Shamsi Ali harus dibela!" tuturnya.

Kehadiran Ketua DPR beserta anggotanya dalam acara Donald J. Trump banyak menuai kritik. Pasalnya, Donald J. Trump merupakan sosok yang penuh kontroversi. Dia dikenal sebagai pengusaha properti dan kasino. Dia juga penyelenggara kontes kecantikan Miss Universe dan Miss USA. Selain itu, ia dikenal sebagai sosok rasis. Salah satunya mengenai komentar kerasnya terhadap imigran Meksiko.

Sumber : Tempo
Fadli Zon Somasi Shamsi Ali, Ini Reaksi Adian Napitupulu

Fadli Zon Somasi Shamsi Ali, Ini Reaksi Adian Napitupulu


Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Adian Napitupulu, ikut angkat bicara membela imam masjid di New York, Shamsi Ali. Adian membela Shamsi terkait dengan ancaman yang dilayangkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang dikutip dan diunggah Shamsi di Facebook . "Raja judi dipuji, imam masjid disomasi," ujar Adian dalam komentar tertulisnya, Ahad, 5 September 2015.


Ia mengeluhkan sikap Fadli yang justru menuntut Shamsi Ali atas komentarnya di Facebook. Ia menyayangkan bahwa kritik terbuka yang dilontarkan Shamsi Ali atas kehadiran Ketua DPR Setya Novanto beserta Fadli Zon saat bertemu dengan Donald Trump harus berujung somasi. Menurut dia, Shamsi Ali bukanlah politikus. "Ia berbicara bukan untuk kursi di DPR, melainkan karena agama yang mewajibkan ia berbicara benar tanpa harap imbalan," ucapnya.



Ketua DPR Setya Novanto bersama beberapa anggota DPR lain, termasuk Fadli Zon, pada Rabu, 2 September 2015, terlihat hadir pada acara jumpa pers Donald J. Trump di New York. Hal ini banyak menuai kritik pedas, baik dari sesama politikus maupun publik. Pasalnya, Donald Trump merupakan salah satu kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik yang cukup banyak menuai kontroversi. Ia dikenal sebagai sosok yang rasis. Lebih lanjut, menurut Adian, Donald Trump adalah orang kaya raya di dunia dan salah satu raja kasino.



Kritik juga dilayangkan Shamsi Ali lewat aku Facebook-nya. Salah satunya, dalam pesannya kepada Fadli Zon, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap anggota DPR yang malah melakukan kunjungan ke AS di tengah kesulitan ekonomi yang dialami Indonesia. "Saat bangsa ini menghadapi kesulitan ekonomi dengan jatuhnya harga rupiah, seharusnya pejabat negara kita semakin sensitif," kata Shamsi Ali.



Menanggapi kritik yang diungkapkan Shamsi, Fadli merasa telah difitnah. Dalam pesannya yang diunggah di Facebook, Fadli menyatakan akan melakukan somasi terhadap Shamsi sebagai pelanggaran Undang-Undang ITE apabila komentarnya tidak dikoreksi.



Hal inilah yang disesalkan Adian. Menurut dia, kritik yang dilayangkan Shamsi bukanlah suatu kesalahan. "Apa salah Shamsi Ali? Kesalahan Shamsi Ali adalah karena ia mengecam Ketua dan Wakil Ketua DPR hadir di kampanye raja judi. Kesalahan Shamsi Ali hanya satu, yaitu ia berkata BENAR!" tutur Adian dalam komentar tertulisnya.

Sumber : Tempo
Adian Napitupulu Minta Mahkamah Kehormatan Selidiki Polemik Pimpinan DPR-Trump

Adian Napitupulu Minta Mahkamah Kehormatan Selidiki Polemik Pimpinan DPR-Trump

Adian Napitupulu

Anggota Komisi II DPR RI, Adian Napitupulu menyayangkan kehadiran pimpinan DPR RI, Setya Novanto dan Fadli Zon, dalam kampanye salah satu calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut Adian, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) perlu memberi sanksi karena keduanya dianggap mencoreng wajah DPR RI. 


"Kehadiran Setya Novanto (dalam kampanye Trump) sangat menyakitkan, mengotori DPR RI," kata Adian, Jumat (4/9/2015) malam. 


Adian meminta MKD responsif menyelidiki motif kehadiran Novanto dan Fadli dalam kampanye Trump di AS. Adian khawatir ada kesepakatan tertentu antara kedua pimpinan DPR itu dengan Trump. 



Ia menolak jika kehadiran Novanto dan Fadli dianggap merepresentasikan dukungan dari DPR RI untuk salah satu calon presiden AS. Politisi PDI Perjuangan itu menilai Novanto dan Fadli menempatkan DPR RI sebagai lembaga yang masuk dalam pertarungan politik negara lain. Keterlibatan kedua pimpinan DPR RI itu juga dianggap menabrak asas politik bebas aktif yang dianut Indonesia dalam hubungan Internasional.  



"Tidak bisa dipungkiri langkah kedua pimpinan DPR itu tidak menguntungkan Indonesia dan implikasinya sangat berbahaya. Sebaiknya keduanya di-nonaktifkan dari jabatannya," ujar Adian. 



Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan pimpinan DPR RI di AS adalah untuk menghadiri tiga kegiatan yang berkaitan dengan agenda parlemen. Adapun tiga agenda itu adalah sidang The 4th World Conference of Speakers Inter Parliamentary Union (IPU) di New York, bertemu dengan speaker house di Kongres Amerika, dan bertemu diaspora Indonesia di AS. 



"Sudah jelas bahwa kunjungan itu dilakukan oleh parlemen, bukan dilakukan oleh pemerintah," ujar Arrmanatha. 



Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana juga mempertanyakan sikap pimpinan DPR yang bertemu Donald Trump. Terlebih lagi, dalam pertemuan tersebut, Novanto sempat mengklaim bahwa rakyat Indonesia menyukai sosok Trump. 



Dalam kesempatan itu, Trump bertanya kepada Novanto, "Apakah rakyat Indonesia menyukai saya?" 



Lantas Novanto pun menjawab, "Ya". 



"Jawaban dan kehadiran Novanto, yang diperkenalkan sebagai Ketua DPR, seolah memberi endorsement atas kampanye Trump. Tanpa disadari, Ketua DPR dari sebuah negara besar dengan jumlah Muslim terbesar dan demokratis telah dimanfaatkan oleh Donald Trump," kata Hikmahanto. 



Sedangkan Forum Indonesia untuk Trasparansi Anggaran (Fitra) mempertanyakan kehadiran Fadli dan Setya dalam kampanye Donald Trump. Apalagi keduanya melakukan kunjungan kerja ke AS dengan menggunakan uang negara. 



Menanggapi ini, Wakil Ketua DPR Fadli Zon membantah bahwa dirinya dan Setya Novanto memberikan dukungan politik kepada Trump. Kehadirannya pada kampanye Trump, menurut Fadli, dilakukan secara tidak sengaja.

Sumber : kompas
Adian Napitupulu: Fadli Zon Aneh Puji Raja Judi, Somasi Imam Masjid

Adian Napitupulu: Fadli Zon Aneh Puji Raja Judi, Somasi Imam Masjid

Anggota Komisi II DPR RI Adian Napitupulu memprotes keras kehadiran pimpinan DPR RI dalam kampanye salah satu bakal calon Presiden Amerika Serikat,Donald Trump.


Politikus PDI Perjuangan itu bingung dengan pujian yang diberikan Wakil Ketua DPR Fadli Zon kepada Donald Trump, sementara mengecam Imam besar Masjid Raya Al Hikmah New York, Amerika Serikat, Shamsi Ali.
"Raja judi dipuji, imam masjid di somasi. Entah apa maksudmu Bung Fadli? Siapa Donald Trump? Donald Trump adalah orang kaya raya di dunia dan salah satu raja kasino yang saat ini jadi bakal calon presiden USA. Siapa Shamsi Ali? Shamsi Ali adalah Imam Masjid di New York yg kiprah ke Agamaannya di akui banyak media dalam dan luar negeri," kata Adian lewat pesan singkatnya di Jakarta, Minggu (6/9/2015).
Adian Napitupulu
Adian mempertanyakan apa yang dilakukan Donald Trump, membuka kasino lengkap dengan hiburan pendukung mulai dari sexy dancer, bar dan beragam minuman keras, wanita penghibur dan sebagainya.
Sementara Shamsi Ali, kata Adian mengutip pemberitaan berbagai media, adalah seorang ustaz muda yang berhasil meng-Islam kan banyak orang Amerika. Mengajak orang mereka meninggalkan dunia malam, meninggalkan minuman keras dan wanita penghibur.
"Antara Donald Trump dan Shamsi Ali seperti bumi dan langit, hitam dan putih, kotor dan bersih, sebuah kontradiksi abadi antara kejahatan versus kebaikan yang sudah ada sejak umat manusia ada," sambung Adian.
Ia mengaku miris melihat kritik terbuka terhadap Shamsi Ali terhadap pimpinan DPR. Sementara senyum dan puja puji Setya Novanto dan Fadli Zon saat bertemu Donald Trump harus membuat Shamsi Ali disomasi.
"Shamsi Ali bukan politikus. Kalau ia bicara bukan untuk kursi tapi karena agama mewajibkan ia berbicara benar tanpa harap imbalan. Apa salah Shamsi Ali? Kesalahan Shamsi Ali adalah karena ia mengecam ketua dan wakil ketua DPR hadir di kampanye raja judi," tegas dia.
Ia menambahkan, Shamsi Ali berbicara melawan sikap menghamba ketua dan wakil ketua DPR kepada Trump. Untuk itu kata Adian, Shamsi Ali harus dibela.
"Saya selalu bingung oleh sikap Fadli Zon. Dulu ia bilang anti PKI tapi ia bawa mawar merah ke kubur Karl Marx. Ia menebar senyum puja dan puji pada raja judi tapi imam masjid mau disomasi. Fadli memang aneh, kata dan perbuatannya tak pernah sama," ucap dia.
Sumber :tribunnews
Pertemuan Ketua DPR dan Trump Contoh Kecerobohan Politik

Pertemuan Ketua DPR dan Trump Contoh Kecerobohan Politik


CNN Indonesia -- Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti menilai pertemuan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat dengan bakal calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah kecerobohan politik. 

"Saya menilai pertemuan itu blunder dan kecerobohan politik," ujar Mu'ti, Sabtu (5/9).


Ia menilai, Trump menjadi pihak yang diuntungkan dari pertemuan tersebut. Menurutnya, Trump sama seperti presiden Amerika sebelumnya yang selalu jelas menjamin hubungan dengan Israel. 

Hal tersebut, lanjut Mu’ti, terlihat dari pernyataan Trump yakni akan menjadikan Israel sebagai kaki utama kebijakan luar negeri di Timur Tengah.


Mu'ti menuturkan bahwa sudah menjadi rahasia umum tak ada seorang pun presiden Amerika baik dari Partai Republika atau Demokrat yang mampu melepas ikatan dengan Israel.


"Obama yang awalnya diharapkan lebih moderat, akhirnya berada di belakang Israel," ucapnya. 


Mu'ti pun tak menampik munculnya kesan keberpihakan akibat kunjungan informal yang dilakukan pimpinan dan anggota DPR RI ke Trump. Kendati demikian, ia membantah apabila kehadiran tersebut menunjukkan dukungan Indonesia ke Israel. Sebab, hal tersebut tak mencerminkan Indonesia. 


"Tentu Indonesia menyampaikan dukungan kuat ke Palestina. Dukungan Trump ke Israel akan memberikan dampak relasi antara pemerintah Indonesia dan Amerika," kata Mu'ti.


Serupa dengan Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama juga menilai negatif lawatan pimpinan DPR ke salah satu bakal calon presiden Amerika dari Partai Republik itu.

Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf mengatakan kunjungan yang dilakukan hanya ke salah satu kandidat calon presiden Amerika itu mengesankan ketidakseimbangan dari pimpinan legislatif Indonesia.

“Seharusnya kalau mereka berkunjung seperti itu juga dilakukan kepada calon lainnya dari kubu Demokrat,” kata Slamet Effendi saat dihubungi CNN Indonesia, Sabtu malam (5/9)

Sumber : CNN 

Penantian Panjang KKR Aceh

Penantian Panjang KKR Aceh

Ilustrasi Google
Akhir Desember 2013, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sudah mengesahkan Qanun Nomor 17 tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi [KKR] Aceh. Pada saat itu udara segar terhadap keadilan menjadi lebih nyata. Tapi, sampai saat ini kebijakan untuk implementasi qanun KKR Aceh belum menunjukkan bentuknya. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan bagi korban, keluarga korban bahkan pejuang HAM. Sebab jauh sebelum damai Aceh terajut ditahun 2005, salah satu point yang selalu menjadi tuntutat Aceh terhadap Pemerintahan Pusat adalah “Berikan Keadilan” kepada masyarakat Aceh yang pernah mengalami dampak kekerasan dari Negara.

Hari ini tempat 16 tahun tragedi pembantaian di Simpang KKA akan tetapi belum ada upaya apapun yang dilakukan oleh pemerintah Aceh untuk menuntaskan kasus ini, sehingga kita melihat perdamaian yang terjadi di Aceh saat ini sungguh tidak bermakna bagi kami Korban Pelanggaran HAM Simpang KKA, ujar Samsul.

Kasus Simpang KKA, merupakan satu dari ribuan kasus lainnya di Aceh. Hingga 16 tahun pasca keadilan korban yang tergabung dalam Komunitas Korban HAM Aceh Utara (K2HAU), terus menuntut hak mereka. Hak reparasi, kompesasi dan rehabilitasi yang menjadi tanggung jawab negara sebagai mana amanah UU Nomor 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM dan Qanun No 17 Tahun 2013 Tentang KKR Aceh

Disisi lain, K2HAU juga memandang, kerja-kerja Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM) baik di Aceh maupun di Jakarta belum menunjukan langkah positif bagi penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu di Aceh. Ini ditandai dengan tidak masuknya kasus pelanggaran HAM Aceh yang menjadi  prioritas 7 [tujuh] kasus penyelesaian pelanggaran HAM yang akan diselesaikan oleh TIM bersama yang dibentuk Pemerintah RI [Komnas HAM, Kejaksaan Agung, Kemenkopolhukam], Padahal Kasus Simpang KKA sudah pernah dilakukan penyelidikan , tetapi tindak lanjut dari proses ini masih kabur dan belum ada kejelasan.


Maka, untuk Aceh masa depan, K2HAU meminta; Pertama, DPRA dan Pemerintah Aceh harus segara mungkin merumuskan kebijakan untuk menjalankan Qanun Nomor 17 tahun 2013 tentang KKR Aceh, salah satunya dengan segera membentuk tim panitia seleksi [pansel] penjaringan komisioner KKR Aceh; Kedua, meminta kepada Komnas HAM untuk segera menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Aceh, terutama 5 kasus yang sudah masuk tahapan penyelidikan projusticia Komnas HAM serta mempublikasikan hasilnya secara transparan; Ketiga,meminta kepada Gubernur untuk segera merumuskan konsep reparasi mendesak untuk pemulihan dan pemenuhan rasa keadilan bagi korban pelangaran HAM masa lalu sebagai langkah awal mendorong implementasi Qanun KKR Aceh.

Rilis dari Pegiat HAM[]

Mantan pendeta Gusti Ilham akan di laporkan ke Polda Aceh

GUSTI%2BILHAM%2BRAMADHANBeberapa hari yang lalu sejumlah pemuka agama di banda aceh membicarakan tentang apa yang selama ini di gembar gemborkan oleh seoarang yang mengaku dirinya mantan misionaris dunia, tentu nya anda masih ingat dengan nama Gusti ilham?  menurut beberapa data yang di peroleh bahwa sang ilham tersebut memiliki identitas yang kurang jelas, pasalnya dia memiliki beberapa kartu identitas yang berbeda.

Pada saat pertemuan beberapa pemuka agama dibanda aceh juga ikut di hadiri oleh beberpa penyuluh agama islam, komite penguatan aqidah pengalaman agama islam (KPA-PAI), anggota FKUB aceh, Pembimas kristen, dan katolik, kabit penerangan agama islam, zakat, wakaf, kanwil kemenag aceh, ketua persatuan muallaf aceh dan ibu-ibu tupperware di banda aceh. menurut pihak pemuka agama kristen juga mengaku tidak mengenal bahwa gusti ilham tersebut adalah seorang pendeta kelas dunia. 

Gusti ilham sering membicarakan bahwa produk tuperware mengandung lemak babi, yang padahal menurut Majelis Ulama Indonesia telah memberikan sertifikat halal terhadap produk tersebut,  . ironis nya lagi gusti ilham juga dalam ceramahnya mengaku ayah nya adalah seorang pendeta besar, dan menurut data yang di peroleh sebenarnya ayah dia adalah seorang tukang kayu. 

Dari hasil pertemuan tersebut akan direncanakan penyiapan berkas untuk melaporkan gusti ilham ke polda aceh atas aksinya dibeberapa wilayah di aceh, ini murni provokasi antar umat beragama ungkap salah satu pemuka agama kristen yang bernama idaman. dia juga menambahkan agar masyarakat aceh jangan terprovokasi atas tindakan gusti ilham tersebut.

Terkait ceramah yang disampaikan oleh Gusti Ilham tersebut bisa di baca disini :KLIK

Sumber :zoneaceh.com
Pemuka Kristen Kecam Program Misionaris Di Aceh

Pemuka Kristen Kecam Program Misionaris Di Aceh


Sejumlah pemuka maupun pendeta Kristen di Provinsi Aceh mengecam tulisan provokasi berjudul "Program misionaris dan Kristenisasi" di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.

"Kami mengecam tulisan provokasi tersebut. Tulisan itu ditulis Gusti Ilham Ramadan, yang mengaku dan mantan pendeta dan kini mengaku mualaf serta menjadi ustad," kata Idaman Sembiring, pendeta Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB), di Banda Aceh, Kamis.

Dalam tulisan Gusti Ilham Ramadan tersebut, kata dia, disebutkan bahwa ada belasan warga pribumi Aceh menjadi pendeta dan siap menjalankan program misionaris serta kristenisasi di Provinsi Aceh.

Selain itu, yang bersangkutan dalam setiap ceramahnya menyebutkan produk rumah merek Tupperware haram digunakan karena terbuat dari minyak babi serta uang hasil penjualan produk tersebut disisihkan membangun gereja.

"Apa yang disampaikan Gusti Ilham Ramadan tersebut tidak benar. Semua yang ditulisnya penuh kebohongan belaka. Tidak ada warga Aceh yang menjadi pendeta dan tidak ada program misionaris serta kristenisasi di Provinsi Aceh," tegas Idaman Sembiring.

Selain itu, kata dia, Gusti Ilham Ramadan ini juga mengaku pernah menjabat sebagai Presiden Misionaris dan menjadi pendeta terbesar di Asia. Padahal, tidak ada Presiden Misionaris dan pendeta terbesar di Asia.

Didampingi sejumlah pemuka dan pendeta Kristen, Idaman Sembiring menyebutkan tulisan tersebut dan apa yang dilakukan Gusti Ilham Ramadan tersebut telah mengganggu kerukunan umat beragama di Provinsi Aceh. Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh umat beragama di Aceh tidak terprovokasi.

Idaman mengatakan, pihaknya sudah mengadukan masalah ini kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh serta Komite Penguatan Aqidah dan Pengamalan Agama Islam (KPA-PAI) Kota Banda Aceh.

"Pengaduan ini agar tidak terjadi selisih paham antarumat beragama. Apalagi selama ini kerukunan umat beragama di Aceh sudah terjalin dengan baik," kata Idaman Sembiring.

Sementara itu, Ketua Investigasi KPA-PAI Ustad Tarmizi mengatakan pihaknya sudah menerima pengaduan dan keresahan para pemuka serta pendeta Kristen tersebut. Dari pengaduan tersebut, pihaknya melakukan investigasi.

"Hasilnya, Gusti Ilham Ramadan ini seorang mualaf, yang data dirinya berganti-ganti. Orang yang berganti-ganti nama tersebut tidak jujur dan penuh kebohongan," ungkap dia.

Yang bersangkutan mengaku profesor doktor, padahal hanya tamatan SMA. Yang bersangkutan juga mengaku ustad dan berceramah di hampir di seluruh Aceh. Tapi, dia selalu menjelek-jelekkan Tupperware, kata Ustad Tarmizi.

Oleh karena itu, sebut Ustad Tarmizi, pihaknya menyarankan kepada pemuka dan pendeta Kristen melaporkan permasalahan tersebut ke penegak hukum, sehingga bisa diproses secara hukum.

Riza Maulizar, distributor Tupperware Aceh, mengatakan, apa yang disampaikan Ustad bernama Gusti Ilham Ramadan tersebut sudah meresahkan konsumen produk rumah tangga tersebut.

"Ustad itu dalam setiap dakwanya menyebutkan Tupperware produk haram. Akibatnya, banyak konsumen membakar Tupperwarenya. Padahal, Tupperware sudah mengantongi sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia atau MUI," kata dia.

Akibat provokasi ustad tersebut, kata dia, tidak sedikit agen produk rumah tangga tersebut mengalami kerugian. Bahkan mereka juga mendapat hukuman sosial karena dituduh menjual produk yang membiayai misionaris.

"Ini tidak benar. Ustad tersebut sudah menyebarkan provokasinya. Karena itu, kami mengimbau aparat penegak hukum bertindak dan menindak provokasi yang menyudutkan Tupperware," kata Riza Maulizar.

Sumber : kemendagri.go.id
Mantan Pendeta Gusti Ilham Ternyata Penipu Bangsa Aceh

Mantan Pendeta Gusti Ilham Ternyata Penipu Bangsa Aceh

Konferensi Pers pernyataan sikap bersama FKUB/Salman Iqbal
Beberapa waktu lalu di media sosial beredar nama-nama sejumlah pendeta yang dituding berasa dari Aceh, khususnya dari kabupaten Pidie. Selain itu sejumlah warga Aceh dituding telah murtad (keluar dari Islam).
Hasil penelusuran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) provinsi Aceh, ternyata data tersebut palsu dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hal demikian diungkapkan Tarmizi Daud, penyuluh agama Islam provinsi Aceh, pada konferensi Rabu (08/04). Konferensi pers itu turut dihadiri sejumlah pendeta dan penyuluh agama Islam di provinsi Aceh.

Tarmizi mengatakan penyebar isu tersebut merupakan seorang Mualaf bernama Ilham Ramadhan Munthe (nama sesuai KTP). Tarmizi menyebutkan Ilham yang sebelumnya bernama Kristianta Anes Ginting Munthe (nama sebelum Islam) memiliki identitas yang cukup banyak. Bahkan saat mengisi ceramah di universitas Al-muslim Bireun ia mengaku bergelar Profesor, padahal hasil penelusuran diketahui Ilham hanya tamatan SMA.

Dalam beberapa kesempatan Ilham juga mengaku sebagai orang kaya yang memiliki hotel di Medan, namun setelah di cek hotel tersebut milik orang Cina.

”Kami sudah lacak dia selama tiga tahun, ternyata namanya beda-beda, nama di KTP,dan serrtfikat mualaf juga beda, identitas tahun kelahirannya juga beda-beda, bahwa dia mengaku Bali, tapi ditempat lain ia mengaku batak,”ujarnya.

Tarmizi menambahkan pihaknya menilai tindakan Ilham karena ingin terkenal dan mencari uang semata. Karena sebelum dipercaya untuk mengisi berbagai ceramah ia diketahui sebagai penjual bakso, sebelumnya dikethui Ilham juga sebagai penjual obat di Tangse Pidie.

Menurut Tarmizi, selain mengaku sebagai mantan presiden Misionaris dan mantan pendeta terbesar di Asia, Ilham juga pernah mengaku sebagai mantan intelijen.

Selain itu pada beberapa kesempatan Ilham dalam ceramahnya juga kerap melarang penggunaan tupperware karena terbuat dari minyak babi.

Terkait ceramah yang disamapaikan oleh Gusti Ilham tersebut bisa di baca disini :KLIK

Sumber :portal.radioantero.com dan Jambomuhajir.blogspot.com

Benarkah Alexander Tiro Cucu dari Wali Nanggroe Hasan Tiro?

Foto : ACEHXPress (Karim Tiro)
Sebuah situs rekam kelahiran (birth record) yang berbasis di Amerika Serikat menyebutkan, Alexander Amir Tiro merupakan buah hati Prof DR Karim M Tiro dan Valerie Lynch Stoker. Karim Tiro merupakan anak semata wayang almarhum Wali Nanggroe Aceh Hasan Muhammad di Tiro.


Penelusuran Tim ACEHXPress.com, dari situs www.birth-records.mooseroots.com (Alexander Amir Tiro) menyebutkan, Alexander lahir pada 10 April 2010 silam di kota New York. Namun sayangnya, situs tersebut tidak merilis foto cucu dari sang paduka.

Dalam buku yang dituliskan almarhum Hasan Tiro, The Price of Freedom: The Unfinished Diary of Teungku Hasan di Tiro, nama anak semata wayangnya disebut berkali-kali, bahkan dengan bangga.

Informasi tersebut membuat masyarakat Aceh bertanya-tanya, penasaran tak pernah melihat sosoknya secara langsung dan nyata. Foto dirinya juga terbatas, termasuk arsip di internet. Kisah tentangnya begitu tertutup dan misterius, kecuali beberapa dokumen dari Universitas tempatnya mengabdikan diri sebagai asisten profesor ilmu sejarah di Xavier University.


Karim dikenal pakar dalam bidang sejarah, terutama sejarah Amerika. Pun demikian, Karim tak memilih Aceh sebagai objek kajian akademisnya seperti halnya sang ayah. Karim memilih meneliti soal sejarah Amerika abad 16 hingga 18. Jangan heran, jika kita tak pernah temukan tulisan-tulisan dia mengenai sejarah Aceh. Dalam biografi singkat seperti dimuat di website Xavier University, Karim mengakui tertarik meneliti soal sejarah perang Amerika yang jarang dikenal dan jadi perhatian akademisi, khususnya Perang 1812, Perang Meksiko dan Perang Spanyol-Amerika.



Satu-satunya informasi soal Karim kini bisa diakses melalui website Xavier University, itu pun berisi biografi singkat, termasuk karyanya. Sosoknya benar-benar misterius, semisterius kisahnya. Mungkin ceritanya akan beda, jika Karim Tiro memilih pulang ke Aceh.


Jika sumber terkait cucu Hasan Tiro tersebut yang berkisar dari catatan resmi pemerintah untuk dokumen bersejarah itu benar, pastinya masyarakat Aceh ingin melihatnya walaupun itu hanya selembar foto sang cucu dari deklator Aceh Merdeka tersebut. Supaya pertanyan besar warga tanah rencong dapat terjawab bahwa kini almarhum telah memiliki cucunya.

Sumber : ACEHXPress.com
TNI told to withdraw personnel  from Nisam, North Aceh

TNI told to withdraw personnel from Nisam, North Aceh

Foto (Serambi Indonesia)
The Commission of Missing persons and Victims of Violence (Kontras) Aceh has urged the Indonesian Military (TNI) to withdraw its personnel from Nisam Antara district, North Aceh regency, because the presence of swarming military personnel has various psychological impacts on those Acehnese who have already experienced armed conflict.
The situation in Nisam Antara was tense after two soldiers were abducted and killed by an unidentified armed group. It was reported that the number of military personnel in the area had increased to pursue the killers.
“Although the victims were Army personnel, the authority to find the perpetrators belongs to the police. The military should return to its base,” Kontras Aceh coordinator Hendra Saputra said on Wednesday.
According to Hendra, the case was now under the police’s investigation and the military should wait for the process to be finalized.
On Tuesday, two abducted soldiers, First Sgt Indra and Second Sgt Hendri, were found dead in Alue Mbang village, Nisam Antara district. They were abducted on Monday after they were gathering intelligence on the Din Minimi armed group.
Din Minimi is a former Free Aceh Movement (GAM) member who is now fighting against the Aceh government. (nvn)(+++)
Sumber :www.thejakartapost.com
KontraS Aceh : Tarik TNI dari Nisam

KontraS Aceh : Tarik TNI dari Nisam

Foto Acehkita.com
Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh mendesak pimpinan TNI menarik semua pasukan TNI dari Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, karena keberadaan TNI di sana dapat membawa dampak psikologis dan trauma bagi masyarakat setempat yang hidup pasca-konflik.
Desakan itu disampaikan Koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra, dalam pernyataan pers yang diterima acehkita.com, Rabu (25/3/2015) kemarin. Siaran pers tersebut dirilis terkait kasus tewasnya dua anggota intel Kodim 0103 Aceh Utara sehari sebelumnya di kawasan tersebut.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua anggota intel Kodim Aceh Utara yaitu Serda Hendrianto dan Sertu Indra Irawan ditemukan tewas dengan luka tembak, Selasa (24/3/2015) di kawasan Nisam Antara. Keduanya diduga diculik kelompok bersenjata yang belum teridentifikasi pada Senin (23/3/2015).
Menurut KontraS Aceh, kendati yang menjadi korban adalah anggota TNI, tetapi proses hukum untuk mengusut kasus tersebut sepenuhnya berada pada pihak kepolisian.
“Seharusnya TNI yang profesional yaitu tentara terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahteraannya, serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsipi demokrasi, supremasi sipil, HAM, ketentuan hukum nasional dan internatioanal yang telah dirafikasi,” ujar Hendra.
Dia menambahkan penting bagi pemerintah dan semua pihak tidak melibatkan TNI di luar tupoksi seperti keterlibatan TNI dalam upaya swasembada pangan.
Menurut data KontraS Aceh, TNI telah beberapa hari berada di Nisam Antara untuk menyelidiki kelompok bersenjata yang diduga bersembunyi di sana. “Ini menunjukan TNI sedang melakukan operasi militer non-perang. Seharusnya dalam melakukan operasi militer non-perang, TNI tetap tunduk dan patuh di bawah koordinasi sipil dalam urusan kamtibmas yaitu pihak kepolisian,” tegasnya.
Dalam pernyatannya, Hendra juga mendesak kepolisian selaku penanggung jawab keamanan di Aceh untuk mengungkapkan motif kriminalitas bersenjata api yang marak terjadi di Aceh. Kalau kriminalitas bersenjata api terus dibiarkan, ujarnya, diprediksi akan mengusik perdamaian yang sudah dirasakan masyarakat Aceh.
Disebutkan bahwa hasil monitoring KontraS Aceh meningkatnya angka kriminalitas bersenjata di pantai timur dua bulan terakhir menunjukan bahwa aparat penegak hukum belum mampu mengungkapkan dalangnya dan motifnya, sehingga membuat resah masyarakat.
“Penculikan yang menyebabkan kematian dua anggota TNI jangan sampai membuka ruang bagi keterlibatan TNI dalam upaya penuntasan kriminal bersenjata api maupun upaya penegakan hukum dan kambtibmas, karena pemberantas kriminalitas murni merupakan tugas kepolisian,” ujarnya.
Akibat kasus itu, tambah Hendra, masyarakat merasa tidak nyaman meski berada dalam situasi damai, karena TNI dan kepolisian masih bersiaga di sekitar Nisam Antara. Kondisi ini merupakan protret buram terhadap penegakan hukum dalam mengelola situasi keamanan dalam proses mengisi perdamaian yang sudah dirajut di Aceh.
KontraS Aceh juga meminta kepada Pemerintah Aceh tidak terlalu reaktif dalam menyikapi situasi keamanan di Aceh saat ini dengan mengeluarkan statement aneh-aneh seperti “tangkap hidup atau mati pelaku”. Pernyataan Pemerintah Aceh seharusnya bisa membuat menyejukkan suasana, bukan malah membuat situasi bertambah tidak bisa di kontrol.[]
sumber :acehkita.com

Ada apa di balik ceramah mantan pendeta Gusti Ilham?

siapa%2Bdan%2Bapa%2Btujuan%2Bdari%2Bgusti%2Bilham
Foto :zoneaceh.com
Masyarakat Aceh khususnya yang berdomisili Kabupaten Pidie lagi marak-marak nya di heboh kan dengan pendakwah Ustad Gusti Ilham yang katanya sih mantan pendeta se-Asia dan dia sudah masuk Islam semenjak tahun 2007.

Nama Gusti ilham sendiri sebenarnya menurut segelintir orang pidie bukan orang yang baru, Beliau pernah tinggal di tangse dan reubee. Namun Pro dan kontra mulai menjadi bahan pembicaraan di kalangan masyarakat menyangkut dengan isi ceramah yang beliau sampaikan.

Bagi sebagian masyarakat awam melihat ini sesuatu kajian yg baru dan sangat cocok untuk di dengarkan, Namun tidak sedikit pula masyarakat yang mengangap isi ceramah yang beliau sampaikan penuh dengan muatan provokasi bahkan yang parahnya lagi dia mengklaim layaknya snock hagroyo begitu kata mereka.

Kehadiran para penceramah mualaf ini sebenarnya bukan pertama kali di Aceh, ada beberapa mantan pendeta lain yang sudah pernah memberikan pemikiran dan pandangan tentang misionaris, tapi naas nya hanya sosok Gusti ilham yang menjadi pro dan kontra ditengah masyarakat tentang kebenaran yang beliau sampaikan.

ada sebuah status facebook yang kami kutip dari seseorang yang mengaku mengenal ustad ilham sebelumnya dia mengaku mengenal ustaz ilham sebelumnya berpropesi sebagai dukun di wilayah tangse dan reubee pidie, berikut adalah kutipan gambar screenshot yang kami ambil.

Dari beberapa isi ceramah beliau, yang inti nya ingin memberikan pelajaran dari perjalanan hidup beliau yang pernah mengeluti seluk beluk Kristiani hingga sampai mendapat hidayah masuk Islam. Namun sangat disayangkan jika memang misi beliau ingin menyelamatkan agama Islam dari misionaris. kenapa malah semua kegaduhan misionaris itu berawal dari informasi beliau yang begitu mudah mengklaim sesuatu hal itu salah atau benar dan halal atawa haram. 

karena hal itu pula yang membuat kepanikan dan rasa saling curiga antar sesama dan yang parah nya lagi bisa memecah belah konsentrasi masyarakat tiap ada isu yang berkembang. 

disetiap ceramah yang Ustaz sampaikan, ustaz terkesan begitu banga dengan apa yang telah beliau lakukan dahulu seperti mendirikan banyak gereja dan mengkristenkan orang Islam, bahkan menjadikan beberapa masyarkat Aceh menjadi pemuka agama umat Kristiani .

Dalam setiap ceramah nya juga sering membeberkan asal usul produk tupperware yang mengandung lemak babi, dan produk tupperware mendanai misi misionaris dunia.

Majelis permusyawaratan ulama pidie masih mendalami jejak dan track record ustad gusti ilham yang sebenarnya, mudah-mudahan secepatnya ada titik terang yang akan di klarifikasi oleh MUI Pidie.

Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Aceh Utara. Setelah dia (red- Ilham) menjadi penceramah di Gampong Blang Tuphat Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe, dia menjadi buah bibir masyarakat tentang  track recordnya.

di Aceh Utara, saat dia menjadi penceramah yang di bahas mengenai produk tupperware dan Lembaga DEC yang sedang hangat dibicarakan di Aceh.

Ada bebera pertanyaan yang harus dia jawab.
1. Kenapa dia masuk Islam? apa penyebabnya? 
2. Kalau dia sudah masuk Islam, artinya Injil yang dulu dia anut dulu ada kekurangan? dimana kekurangan tersebut?
3. Ketika injil ada kekuranga, yang pasti Al-quran punya kelebihan, dimana kelebihan yang sudah dia temukan?
4, Pada saat dia ceramah tentang Misionaris di Batuphat Lhokseumawe, kenapa dia tidak baca firman Allah terkait kelebihan Islam?
5. Dia berbicara mengenai DEC, dan dia katakan juga DEC itu dia buat pada tahun 1996, saat dia berbicara seperti orang yang tidak paham terhadap organisasi,?

Ada beberapa yang tidak logis ketika menjadi penceramah di Batuphat Lhokseumawe.

1. Setelah dia lahir, Ayahnya meninggal, dua bulan kemudian ibunya meninggal, setelah itu dia sekolah SD, SMP, SMA tinggalnya di salah satu yayasan kristiani di pulau jawa. singkat cerita dia kuliah S1 tentang kependetaan, dia menjadi salah satu pendeta muda di pulau jawa, setelah itu segudang prestasi dia raih dan sudah membuatt 500 gereja di pulau jawa, dia diberikan beasiswa oleh Israel untuk program studi S2, dia melakukan penelitian studinya terkait islam, dia ditugaskan oleh salah satu Universitas di israel untuk pergi ke mesjid Al-aqsa, selama DUA JAM dia masuk kedalam ruangan bawah tanah dan menemukan Injil, Taurat dan Zabur, dia langsung membuka Injil dan menemukan ayat empat ratus sekian, yang isinya lebih kurang begini "kata bani Israil akhir zaman ada salah satu namanya Ahmed bin Abdullah". dengan ayat ini dia masuk Islam, logis tidak? selama DUA JAM menemukan ayat ke empat ratus dan dengan ayat tersebut langsung masuk Islam.

2. Selama menjadi penceramah di Batuphat Lhokseumawe, dia tidak pernah menjelaskan kekeurangan injil, apa lagi kelebihan Al-Quran, satu ayat pun firman Allah tidak pernah dia baca, katanya sudah masuk islam semenjak tahun 2007, logis tidak?

3, Yang dia bahas di batuphat cuma masalah produk tupperware dan organisasi DEC, tekait tupperware dia katakan HARAM, tahun 2007 masuk Islam sudah mufti hukum, pandai dia provokasi, padahal di Indonesia banyak Ulama, apalagi di Aceh, Logis tidak?

4. Tekait DEC, dia katakan lembaga yang di bentuk di eropa tahun 1996, dia mengambil kesempatan saat isu tersebut untuk menjadi pahlawan kesiangan, saya secara pribadi tidak mendukung DEC, menurut saya DEC itu pembohongan publik yang harus diwaspadai. Oya dikatakan lagi kalau ada LSM yang memberikan biasiswa jangan terima, pertanyaannya LSM mana yang sudah memberikan beasiswa? daftar satu lah, saya lagi membutuhkan? dia bicara DEC tapi tidak paham terkait organisasi, dua kuliah S2, S2 pas pasan menurut saya.

5. Satu lagi yang membuat saya bingung, dia sakit kepala (bukan orang gila), katanya kanker otak, bulan 8 tahun 2015 dia akan operasi di pulang jawa, dan menghilang di bumi Aceh, kalau ada umur panjang di akan membongkar misionaris kristen di benua Eropa dan Afrika, nampak sekali dia punya misi tertentu di Aceh, sudah jadi pahlawan kenapa dia akan pergi, di benua eropa dan afrika mau bongkar apa, atau dia mau kasih laporan selama dia di Aceh? dia mau ke eropa, di internasional ada DR. Zakir Naik yang sudah terkenal di seluruh dunia, ceramahnya membuat Islam lebih kuat,kelebihan Al-quran di jelaskan, bahkan dia bisa membaca nya dengan fasih. saya salut dan bangga dengan DR. Zakir naik.

6, Dia sudah berada di Aceh sudah 10 tahun, tapi tidak bisa berbicara bahasa Aceh, Aneh kan? pura-pura tidak paham atau benar-benar paham, atau dia sudah dibentuk secara tersuktrur dan sistematis saat menjadi penceramah, sampai dia paham bagaimana melucu dalam bahasa Aceh, "hana peng hana inoeng" artinya kalau gak punya uang, gak ada perempuan, dia paham beberapa kata dalam bahasa Aceh, tapi logat di bicara seperti orang Aceh, dia harus diwaspadai di Aceh.

7. Dia tidak membongkar misionaris waktu menjadi penceramah di batuphat timur, dia cuma katakan ada 7 misi ummat kristen di Aceh. dia sebutkan bidang pertanian, pendidikan, kesehatan, perikanan, kelautan, sosialisasi, dan ekonomi. ahhhh itu kan secara umum kan?, tidak anda bilang kami sudah tau, tidak logis.

8. Saya yakin, pada saat itu bebera ulama karismatik di Aceh sudah ragu kepadanya, hadir pada saat itu, abu hasballah ketapang, abu paloh gadeng, dan beberapa abu lainnya, saya yakin keilmuan ulama tersebut melebihi dari kami-kami yang hadir pada saat itu.

Kajian politik

Menurut saya, dia pandai menarik simpati ummat Islam di Aceh, dia katakan DEC itu di bentuk olehnya dan sekarang dia membongkar DEC itu misionaris, seolah-olah dia menjadi supermen dalam film india, menjadi tokoh penyelamat, besar kali Maopnya, Alhamdulillah kalau dia bukan snock hagroyo kedua di Aceh.

Menurut saya, DEC itu pembohongan publik, dan tidak terlepas dari kepentingan, itukan pengertian organisasi, semua ada kepentingan, DEC itu juga ada kepentingan, DEC itu di bentuk di seluruh Aceh, organisasi tersebut bisa di pergunakan untuk kendaraan politik pada pemilu 2017 dan 2019, kalikan saja satiap kampung ada anggota 53 orang, di Aceh Utara di kampung 800 lebih, ini salah satu untuk menunjang suara, ini logiskan?

Di seluruh penjuru Negara Indonesia pada khususnya dan Aceh pada umumnya sedang goncang dengan isu ketidakadilan, dan saat ini masyarakat sudah kehilangan kepercayaan kepada partai politik, nah, KTP yang sudah di ambil oleh DEC di Aceh bisa digunakan untuk membuat partai baru, bisa jadikan? asal ada KTP, selesai masalah, kata mereka yang mencoba membuat partai baru...hehehe

Semoga Alllah senantiasa menolong hambanya, dan semoga Gusti Ilham Rahmadhani menjadi saudara kita, seagama untuk selamanya. Islam itu agama yang sempurna.

Sumber :Zoneaceh.com (dan Analisa Pribadi)
Back To Top